Vclass 1 - Etika Bisnis
Nama : Melyta Hasty Dwi Andini Kharis
NPM : 14218089
Kelas : 3EA34
MK : Etika Bisnis
Abstrak
Penulisan ini bertujuan
untuk menganalisis kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang
dilakukan PT Hiya. Jenis penulisan ini adalah penulisan deskriptif. Data yang
diperoleh dalam penulisan ini yaitu data sekunder yang berasal dari website
remi PT Hiya. Melalui program CSR, perseroan dapat memberikan kontribusi bagi
pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan.
Perusahaan berupaya memegang komitmen untuk melaksanakan program CSR yang
merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kehidupan sosial/lingkungan
sekitar. Program CSR adalah investasi sosial jangka panjang yang merupakan
komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan.
Program
CSR
Salah
satu program CSR-PT Hiya yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :
Indonesia
Digital Learning (IDL) & My Teacher My Hero
Indonesia
Digital Learning (IDL) 2016 adalah sebuah program tahunan yang
merupakan komitmen PT Hiya Indonesia di bidang pendidikan dengan upaya
pelatihan guru-guru di bidang digital guna mewujudkan pembelajaran berbasis
digital di sekolah sehingga terbentuk DIGITAL SOCIETY di kalangan guru.
My
Teacher My Hero merupakan
program apresiasi dari PT Hiya Indonesia untuk guru-guru Indonesia yang
menerapkan pembelajaran digital. Guru-guru ini sebelumnya telah diberi
pembekalan digital melalui seminar Indonesia Digital Learning. Dari sejumlah
guru yang menerima pembekalan tersebut, selanjutnya akan diseleksi kembali
dengan standar penilaian U*****, yang pada akhirnya akan terpilih 8 orang guru
My Teacher My Hero.
Latar
Belakang
PT
Hiya Indonesia (Persero) Tbk (Hiya) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan
jaringan telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Hiya adalah
Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai
oleh publik. Saham Hiya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan
kode “HIYA” dan New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode “HYA”.
Etis
Isu
1.
Moral
Kesadaran
1.1 Perhatian
Moral
Dari kasus CSR diatas dapat kita ketahui
bahwa perhatian moralnya yaitu ketika perusahaan memberikan upaya pelatihan
guru-guru di bidang
digital guna mewujudkan pembelajaran berbasis digital di sekolah sehingga
terbentuk DIGITAL SOCIETY di kalangan guru. Selanjutnya dari sejumlah guru yang
menerima pembekalan tersebut, selanjutnya akan diseleksi kembali dengan standar
penilaian U*****, yang pada akhirnya akan terpilih 8 orang guru My Teacher My
Hero.
1.2 Kesadaran
Moral
Dari kasus CSR diatas dapat kita ketahui
bahwa kesadaran moralnya yaitu ketika perusahaan ingin mewujudkan pembelajaran berbasis
digital di sekolah sehingga terbentuk DIGITAL SOCIETY di kalangan guru.
1.3 Imajinasi
Moral
Dari kasus CSR diatas dapat kita ketahui
bahwa imajinasi moralnya yaitu perusahaan berimajinasi ketika program CSR yang
dijalankan saat itu berhasil, selain dapat mewujudkan pembelajaran berbasis
digital di sekolah juga akan terbentuk digital society.
1.4 Pembingkaian
Moral
Dari kasus CSR diatas dapat kita ketahui
bahwa pembingkaian moralnya yaitu perusahaan berusaha membentuk pembelajaran
berbasis digital di sekolah sehingga nantinya akan terbentuk masyarakat digital
dengan sendirinya.
2.
Kurangnya
Moral Kesadaran
2.1 Memudarnya
Etika
Dengan dilaksanakannya kegiatan CSR diatas
memungkinkan memudarnya etika masyarakat bersosialisasi secara langsung
dikarenakan adanya pembelajaran berbasis digital maka semua kegiatan dapat
dilakukan hanya dengan menggunakan media digital.
2.2 Kebutaan
Etis
Dengan dilaksanakannya kegiatan CSR diatas
memungkinkan adanya kebutaan etis yaitu masyarakat yang sudah paham dengan
dunia digital akan memilih melakukan segala kegiatan secara online
dibandingkan secara langsung (offline) hal ini akan membuat masyarakat
tersebut mengalami kebutaan etis yang sebelumnya sangat erat dalam dirinya.
2.3 Pembingkaian
Non-Moral
Dengan dilaksanakannya kegiatan CSR diatas
memungkinkan adanya pembingkaian non-moral yaitu karena mudahnya melakukan
aktivitas melalui media digital, hal ini menyebabkan banyak masyarakat
melakukan kegiatan yang seharusnya tidak diperlukan atau bahkan kegiatan yang
merugikan orang lain, seperti melakukan bullying secara online
dan lain sebagainya.
2.4 Miopia
Moral
Dengan dilaksanakannya kegiatan CSR diatas
memungkinkan adanya miopia moral yaknin karena mudah dan cepat dalam melakukan berbagai
aktivitas melalui media digital, maka banyak sekali masyakarat yang posting
status di media digital tanpa berpikir panjang terlebih dahulu yang
mengakibatkan kerugian pada diri sendiri maupun orang lain.
Kesimpulan
PT Hiya memiliki tujuan mendukung keberlangsungan
bisnis Perseroan dengan melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan di bidang
ekonomi, sosial, dan lingkungan yang melibatkan karyawan Hiya Group dan
masyarakat.
PT Hiya meyakini, meningkatnya kesejahteraan
masyarakat akan berimbas pada tumbuh dan berkembangnya skala usaha PT Hiya,
demikian juga sebaliknya. Oleh karenanya sejalan dengan paradigma CSR PT Hiya,
maka kami menerapkan prinsip profit-people-planet (“3P”) dalam praktek
pelaksanaannya.
·
Planet. Ikut mempertimbangkan dan menjaga
kelestarian alam dan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional.
·
People. Menciptakan SDM yang andal dalam
melakukan pemberdayaan masyarakat melalui community development.
·
Profit. Tidak hanya mengejar profit namun
diharapkan juga memberdayakan ekonomi masyarakat di lingkungannya.
Referensi
Hiya, PT. (2020) Profil PT Hiya. [Daring] Didapatkan
dari: https://www.PT.HIYA.co.id.
[Diakses: 27 Juni 2021].
Hiya, PT. (2020) Tentang CSR PT Hiya. [Daring]
Didapatkan dari: https://www.PT.HIYA.co.id.
[Diakses: 27 Juni 2021].
Hiya, PT. (2020) Kebijakan CSR PT Hiya. [Daring]
Didapatkan dari: https://www.PT.HIYA.co.id.
[Diakses: 27 Juni 2021].
Hiya, PT. (2020) Program CSR PT Hiya. [Daring]
Didapatkan dari: https://www.PT.HIYA.co.id.
[Diakses: 27 Juni 2021].
Komentar
Posting Komentar